Kabut Asap Mulai Selimuti Kota Jambi, Pemantauan Kualitas Udara Jadi Sorotan

JAMBI – Kondisi udara di Kota Jambi mulai terpapar kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pada Minggu (Sore,23/8/2026), kabut asap dilaporkan mulai menyelimuti sejumlah wilayah Kota Jambi, disertai bau asap yang cukup menyengat dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Kondisi tersebut diduga tidak terlepas dari masih berlangsungnya karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Muaro Jambi serta kawasan lain di sekitar Provinsi Jambi. Sebelumnya, kualitas udara di Muaro Jambi juga sempat tercatat berada pada kategori tidak sehat, bahkan mencapai angka ISPU 206 pada 18 Agustus 2026.

Di tengah kondisi udara yang mulai memburuk, akurasi dan keterbaruan informasi dari alat pemantau kualitas udara menjadi hal penting bagi masyarakat. Publik tentu membutuhkan data yang benar-benar aktual agar dapat mengetahui kondisi udara secara objektif dan mengambil langkah kewaspadaan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Sementara itu, muncul sorotan di tengah masyarakat mengenai tampilan maupun pembaruan data pada sistem informasi alat pengukur kualitas udara yang dinilai perlu dipastikan kembali apakah telah diperbarui secara optimal oleh sistem maupun pengelola teknis/IT.

Namun, hal tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait. Sebab, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi sebelumnya menyatakan pemantauan kualitas udara dilakukan setiap hari melalui empat stasiun ISPU yang berada di Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur dan Tebo, dengan data yang diperbarui secara berkala.

Dengan kondisi kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat, transparansi data kualitas udara menjadi sangat penting. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang aktual, akurat dan mudah diakses mengenai kondisi udara yang mereka hirup setiap hari.

Pihak berwenang diharapkan dapat memastikan seluruh perangkat pemantauan, sistem pengiriman data hingga tampilan informasi publik berjalan dengan baik, sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, perlu dilakukan konfirmasi lebih lanjut kepada instansi terkait mengenai kondisi dan pembaruan sistem alat pemantau kualitas udara tersebut.