Gubernur Jambi Beri Klarifikasi Soal Pernyataan “Tidak Ada Titik Api” Saat Ditanya Presiden Prabowo

JAMBI — Gubernur Jambi memberikan klarifikasi terkait pernyataannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam komunikasi melalui video conference (Zoom) beberapa hari lalu mengenai keberadaan titik panas (hotspot) di Provinsi Jambi.

Pernyataan Gubernur Jambi yang menyebutkan bahwa tidak terdapat titik api di Jambi sempat menjadi sorotan dan viral di masyarakat. Pasalnya, pada waktu yang berdekatan dengan komunikasi tersebut, terdapat informasi mengenai sejumlah titik panas yang terpantau di wilayah Provinsi Jambi.

Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Jambi menjelaskan bahwa pernyataannya kepada Presiden merujuk pada kondisi yang terjadi pada pagi atau saat komunikasi berlangsung. Menurutnya, pada saat itu memang tidak terpantau adanya titik api, namun kondisi kebakaran, khususnya di lahan gambut, dapat berubah dengan cepat.

“Di kala itu, pagi Jambi memang tidak ada titik api. Kita tidak tahu titik api timbul kembali. Begitulah kemarau, selang beberapa jam titik api kembali timbul,” jelas Gubernur Jambi.

Ia juga menjelaskan bahwa karakteristik kebakaran lahan gambut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan titik api dapat kembali muncul meskipun sebelumnya telah dilakukan pemadaman.

“Beginilah yang namanya kebakaran gambut. Sudah dipadamkan, selang beberapa jam timbul lagi,” pungkasnya.

Klarifikasi tersebut disampaikan Gubernur Jambi untuk menjelaskan konteks pernyataannya kepada Presiden Prabowo, sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Perbedaan waktu antara pemantauan hotspot, proses pemadaman, dan munculnya kembali titik panas menjadi bagian penting dalam memahami dinamika kebakaran lahan dan gambut di Provinsi Jambi.