ASAP HITAM PEKAT JADI SOROTAN WARGA, DIDUGA DEBU CEROBONG TERSEBAR HINGGA TEBAT PATAH

JAMBI – Kepulan asap hitam pekat dari salah satu cerobong pabrik pengolahan minyak kelapa sawit milik PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN) yang berada di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi sorotan warga.

Pantauan pada Sabtu (19/9/2026), kepulan asap terlihat membubung tinggi dari salah satu cerobong pabrik. Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian masyarakat, terlebih karena adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan sebaran debu atau partikulat yang terbawa angin ke wilayah permukiman sekitar.

 

Bukan hanya persoalan kepulan asap, sejumlah warga juga menyebut adanya serpihan debu yang diduga berasal dari aktivitas cerobong tersebut. Bahkan, debu tersebut disebut-sebut dapat mencapai wilayah Desa Tebat Patah yang berada di sekitar kawasan tersebut.

Keluhan mengenai debu sebelumnya juga pernah disampaikan oleh seorang warga dalam kegiatan Musyawarah Desa (Musdes) yang berlangsung di Aula Kantor Desa Tebat Patah. Dalam kesempatan tersebut, persoalan debu menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan kenyamanan serta kondisi lingkungan masyarakat.

Munculnya kembali sorotan terhadap kepulan asap hitam tersebut membuat warga mempertanyakan kondisi cerobong dan sistem pengendalian emisi yang digunakan perusahaan.

 

Warga berharap ada pemeriksaan secara langsung dan terukur dari pihak yang berwenang untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan.

Menurut warga, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat sebaran partikulat atau debu dari aktivitas cerobong yang mencapai permukiman. Selain itu, pemeriksaan juga dinilai penting untuk mengetahui kondisi kualitas udara di sekitar pabrik, terutama pada saat aktivitas produksi sedang berlangsung.

Pertanyaannya, apakah kepulan asap yang terlihat tersebut merupakan kondisi normal dalam proses operasional pabrik atau terdapat persoalan pada sistem pembakaran maupun pengendalian emisi? Hal tersebut tentunya membutuhkan penjelasan teknis dan pemeriksaan dari pihak yang memiliki kewenangan.

Warga juga berharap pihak PT KTN dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi cerobong tersebut, termasuk sistem pengendalian emisi, pemantauan kualitas udara, serta langkah yang dilakukan perusahaan untuk memastikan aktivitas produksi tidak menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

Di sisi lain, instansi terkait diharapkan tidak hanya menunggu adanya laporan masyarakat, tetapi dapat melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi, termasuk mengambil sampel atau melakukan pengukuran kualitas udara apabila diperlukan.

Pemeriksaan tersebut penting agar persoalan tidak berhenti sebatas dugaan atau keluhan warga. Dengan adanya data dan hasil pengukuran yang jelas, masyarakat dapat mengetahui kondisi sebenarnya dan perusahaan juga memiliki dasar yang objektif untuk memberikan penjelasan.

Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya persoalan terkait emisi atau sebaran partikulat, tentu diperlukan tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi masih memenuhi ketentuan, hasil tersebut juga penting disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan maupun informasi yang tidak berdasarkan data.

Kini warga menunggu kejelasan. Apakah kepulan asap hitam pekat tersebut hanya bagian dari aktivitas operasional pabrik, atau terdapat persoalan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut?

Karena itu, pemeriksaan langsung terhadap dugaan sebaran debu dan kondisi kualitas udara di sekitar Desa Talang Duku hingga Desa Tebat Patah dinilai perlu dilakukan, agar persoalan lingkungan tersebut dapat dijawab. berdasarkan fakta, data, dan hasil pemeriksaan lapangan.