Proyek Drainase PU Banyak Tanda Tanya, Pekerja Sebut Dasar Drainase Masih Lumpur

JAMBI — Pekerjaan proyek drainase yang berada di kawasan Kenali Asam Atas, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, menuai tanda tanya. Dari hasil pantauan tim redaksi di lokasi, konstruksi drainase tersebut terlihat masih dalam tahap pengerjaan, dengan kondisi lingkungan kerja yang juga perlu menjadi perhatian dari sisi keselamatan.

Selain persoalan kondisi pekerjaan di lapangan, keberadaan papan informasi proyek juga menjadi sorotan. Informasi mengenai nilai pekerjaan, sumber anggaran, pelaksana, konsultan, hingga waktu pelaksanaan tidak terlihat jelas di lokasi yang dipantau tim redaksi.

Tim redaksi kemudian meminta keterangan kepada salah seorang tukang/pekerja yang berada di lokasi terkait konstruksi bagian dasar drainase.

Saat ditanya apakah drainase tersebut menggunakan lantai dasar beton, pekerja tersebut menjawab, “Tidak pakai lantai Bang Ini lumpur saja. Kalau diinjak masih dalam, bisa selutut/sepaha.”

Tim redaksi kembali menanyakan mengenai penggunaan tiang atau fondasi yang ditanam cukup dalam untuk menopang struktur drainase tersebut.

Kalau tiang pakai, Bang. Beberapa,” jawab pekerja tersebut.

Pernyataan pekerja itu tentu menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis pekerjaan, metode konstruksi, kedalaman dan jumlah tiang, mutu material, serta kesesuaian pekerjaan dengan dokumen perencanaan dan kontrak.

Apalagi proyek tersebut menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat. Karena itu, publik berhak mengetahui secara transparan bagaimana pekerjaan dilaksanakan, berapa nilai kontraknya, siapa pelaksananya, serta apakah seluruh spesifikasi teknis telah dipenuhi.

Bukan berarti pernyataan pekerja tersebut secara otomatis membuktikan adanya pelanggaran. Namun, informasi di lapangan tersebut patut diklarifikasi kepada pihak berwenang dan pelaksana pekerjaan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa proyek berjalan tanpa pengawasan yang memadai.

Papan Proyek Dipertanyakan

Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah papan informasi proyek yang tidak terlihat jelas di lokasi pantauan.

Padahal, papan proyek merupakan bagian penting dari transparansi pekerjaan publik. Masyarakat semestinya dapat mengetahui informasi dasar mengenai proyek yang sedang dikerjakan di lingkungan mereka.

Jika benar papan informasi tidak dipasang atau tidak tersedia di lokasi pekerjaan, maka pihak terkait perlu memberikan penjelasan secara terbuka.

Keselamatan Kerja Juga Harus Diperhatikan

Kondisi pekerjaan drainase yang berada pada area galian dengan air dan besi tulangan terbuka juga menimbulkan pertanyaan mengenai penerapan standar keselamatan kerja di lapangan.

Pekerjaan konstruksi tidak hanya dituntut selesai secara fisik, tetapi juga harus memperhatikan keselamatan pekerja, masyarakat sekitar, serta kualitas dan ketahanan konstruksi.

Kini publik menunggu penjelasan dari Dinas Pekerjaan Umum terkait, pihak pelaksana, pengawas proyek, dan instansi yang bertanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Pertanyaan sederhananya: berapa nilai proyek ini, apa spesifikasi teknisnya, bagaimana metode konstruksinya, siapa pengawasnya, dan apakah pekerjaan di lapangan benar-benar sesuai dengan kontrak?

Tim redaksi akan terus melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi kepada pihak-pihak terkait agar informasi mengenai proyek tersebut dapat disajikan secara berimbang dan berdasarkan data.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *