MUARO JAMBI – Memasuki masa purna bakti bukan berarti semangat dalam mengabdi harus berhenti. Hal tersebut ditunjukkan Basirun, S.Pd, Kepala SDN 49/IX Sungai Terap, Kabupaten Muaro Jambi, yang hingga kini masih tetap eksis dan penuh semangat menjalankan tugas sebagai guru sekaligus kepala sekolah.
Basirun diketahui akan memasuki masa purna bakti pada Februari 2027 mendatang. Meski masa pengabdiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) tinggal menghitung bulan, ia tetap menunjukkan dedikasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diembannya.
Sejumlah kegiatan pendidikan yang telah dijadwalkan dalam kalender pendidikan tetap diikutinya. Di antaranya kegiatan pertemuan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) maupun Kelompok Kerja Guru (KKG). Kehadiran Basirun dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat pengabdian masih tetap terjaga meskipun masa purna bakti semakin dekat.
Baru-baru ini, Basirun juga terlihat hadir dan mengikuti kegiatan bersama para kepala sekolah dan guru lainnya. Ia mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta tetap aktif berkomunikasi dan bertukar informasi terkait perkembangan dunia pendidikan.
Saat ditemui di sela-sela kegiatan, Basirun mengatakan bahwa menjalankan tugas dengan baik merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai seorang abdi negara.
“Ini adalah tugas kita sebagai abdi negara. Apa yang telah diberikan kepada kita, itulah yang harus kita jalankan dan laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurutnya, masa menjelang purna bakti bukan alasan untuk mengurangi semangat dalam bekerja. Selama masih diberikan amanah dan masih mampu menjalankan tugas, maka kewajiban tersebut harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Ia menambahkan, salah satu kunci dalam menjalankan tugas adalah keikhlasan.
“Kuncinya adalah ikhlas dalam bertugas. Kalau kita ikhlas menjalankan tugas, insyaallah semua akan terasa lebih ringan dan kita bisa memberikan yang terbaik untuk dunia pendidikan,” tambahnya.
Sikap Basirun tersebut menjadi teladan bagi para guru dan kepala sekolah lainnya. Di tengah perjalanan menuju masa purna bakti, ia justru tetap menunjukkan semangat untuk hadir, mengikuti kegiatan, serta menjalankan tugas pokok sebagai guru dan tugas tambahan sebagai kepala sekolah.
Baginya, pengabdian di dunia pendidikan bukan sekadar menjalankan rutinitas pekerjaan, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab yang harus dilaksanakan sampai akhir masa tugas.
Dengan semangat tersebut, Basirun berharap selama masih diberikan kesempatan untuk mengabdi, dirinya dapat terus memberikan kontribusi bagi kemajuan sekolah, guru, dan peserta didik. Pungkas Putra Sumatra Selatan itu.
red/Yusron

