Korwil Kumpeh Ulu Gelar Bimtek Revitalisasi Bahasa Melayu Jambi, Dorong Generasi Muda Lestarikan Bahasa Daerah

Muaro Jambi — Upaya melestarikan bahasa daerah terus dilakukan di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya penggunaan bahasa asing serta bahasa pergaulan di kalangan generasi muda. Salah satu langkah nyata dilakukan oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Aprijal, S.Pd., M.Pd.I., dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek Pengimbasan Revitalisasi Bahasa Melayu Jambi).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di JB Heritage Hotel, Kota Jambi, dan diikuti oleh para pendidik sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman serta kemampuan guru dalam mengenalkan dan menghidupkan kembali bahasa daerah di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini mengusung semangat “Tri Gatra Bangun Bahasa”, yakni Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing.

Dalam program revitalisasi tersebut terdapat tujuh materi utama yang menjadi bagian penting dalam pelestarian Bahasa Melayu Jambi, yaitu dongeng, aksara Arab Melayu, cerpen, lawakan tunggal, puisi berbahasa Melayu Jambi, dan tembang tradisi, serta pengembangan berbagai bentuk ekspresi budaya lokal lainnya.

Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi, Dr. Kasyful Iman, M.Pd.I. Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur dari Balai Bahasa Provinsi Jambi yang memberikan penguatan dan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian bahasa daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Muaro Jambi menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia berharap materi yang diperoleh para peserta tidak berhenti pada kegiatan Bimtek saja, tetapi benar-benar diteruskan dan disampaikan kepada para siswa di sekolah masing-masing.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan bahasa dan budaya daerah. Dengan mengenalkan Bahasa Melayu Jambi sejak dini, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, tetapi juga tetap mengenal dan bangga terhadap bahasa serta budaya daerahnya.

“Dengan kegiatan ini kita berharap apa yang diperoleh dapat disampaikan kepada siswa kita. Saya sangat antusias dan mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian bahasa daerah ini,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Aprizal, S.Pd., M.Pd.I., selaku Korwil Pendidikan Kecamatan Kumpeh Ulu sekaligus pihak yang memprakarsai kegiatan Bimtek, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap keberadaan bahasa lokal, khususnya Bahasa Melayu Jambi.

Menurut Aprizal, bahasa daerah merupakan bagian dari identitas dan kekayaan budaya yang harus terus dijaga. Jika tidak dikenalkan kepada generasi muda, dikhawatirkan penggunaan bahasa daerah semakin berkurang dan perlahan ditinggalkan.

“Bahasa daerah harus kita hidupkan kembali, terutama melalui lingkungan pendidikan. Guru memiliki peran penting untuk mengenalkan Bahasa Melayu Jambi kepada anak-anak sehingga mereka mengetahui, memahami, dan merasa bangga menggunakan bahasa daerahnya,” ujar Aprijal.

Ia berharap para guru dapat mengembangkan berbagai kegiatan kreatif di sekolah dengan memanfaatkan tujuh materi utama revitalisasi bahasa. Dongeng, puisi, cerpen, tembang tradisi, aksara Arab Melayu hingga lawakan tunggal dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi siswa.

Dengan cara tersebut, pelestarian bahasa daerah tidak hanya dilakukan dalam bentuk teori, tetapi juga melalui kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan anak-anak.

Aprizal juga menyampaikan bahwa penguatan terhadap bahasa daerah menjadi hal yang penting mengingat saat ini masih dalam tahap penggodokan regulasi atau Undang-Undang yang berkaitan dengan bahasa daerah. Karena itu, menurutnya, daerah perlu mempersiapkan generasi dan lingkungan pendidikan agar memiliki perhatian yang kuat terhadap keberadaan bahasa lokal.

Ia menegaskan bahwa pelestarian Bahasa Melayu Jambi bukan berarti mengesampingkan Bahasa Indonesia maupun bahasa asing. Kegiatan ini selama tiga hari dan diikuti guru SD dan SMP dan kerjasama dengan Pengurus KKKS. Dan Nara sumber dari Balai Bahasa dua maestro Nanang dan Deti dan dan sebahagianya dari Kecamatan Kumpeh ulu

 

(Red/YUSRON)